Di sudut gudang kau berdiam diri
Sendiri dan sendiri
Tiap malam kulihat dirimu
Tidur manis dalam mimpi panjangmu
Ditemani dingin malam yang menusuk kalbu
Panas terik selalu menyerbu
Dingin malam yang menusuk kalbu
Goresan luka di telingamu
Dan janin di rahimmu
Kucing coklat putih
Itulah dirimu
Yang slalu berjuang
Melawan kerasnya hidup
Setiap hari kau langkahkan kaki
Tuk dapatkan sesuap nasi
Panas terik tak kau rasa
Perihnya luka di telinga jua
Suara rintihanmu tak di dengar
Kau di abaikan dan di tendang
Dengarlah sobat, Tuhan selalu setia bersamamu