Blogger Widgets

Senin, 30 Juli 2012

Godaan di Bulan Suci


Terik matahari yang begitu menyengat dan menyerap air dalam tubuhku. Udara kering menyapu mukaku dan mengibar-ngibarkan kerudung putihku. Suara adzan pun saling berlomba-lomba menyejukkan hati insan yang sedang berusaha melawan hawa nafsu di bulan suci ini.
“Alhamdulillah sampai rumah dalam keadaan selamat.” Batinku
Setelah shalat dzuhur, kurebahkan tubuhku. “krucuk-krucuk” yee ni perut malah uda demo. Beraktifitas dan berfikir memang menguras energi. Perlahan kututup kantung mataku. Eh dateng si dedek bawa semangkuk mie goreng.
“ihh,.. gak puasa.” Ledekku
“aku puasa setengah hari oug mbk,..” jawabnya sambil nyengir
”halah,., semalem bilangnya mau puasa sehari penuh,.?”
“enggak jadi ah, aku laper oug..hihhi”
Hupht, dasar anak TK,. Batinku sambil meraih handphoneku, ku berbalik badan dan facebook-an ah..makin lama bau mie-nya kok makin tajam ya,.?? Dan ku berbalik arah.
“hihihi” kembali ketemu ama si bocah kecil gendut dengan tawanya
“tak taroh sini dulu ah,biar dingin, masih panas oug,.” jelasnya
Wahahaha, ternyata dia naroh mie-nya di deket kipas angin kecil yang terpampang di atas meja dekat kasurku. Pantesan,. Aduh ni anak kurang ajar banged sii, kagak tau apa klo perutku juga lapeerrr. Mana selera dia sama kayak aku lagi, suka manis-manis, mie goreng dan masakan berkecap. Tahan, tahan, tahan.
Hupht,lanjut facebook-an ajja ah.
Lalu dia ikutan berbaring di sampingku.
“mbk uma”
“hmm”
“minjem HP donk”
Kutatap wajah buletnya. “enggak mau”
“aaaa, ayo dong pinjemin , aku pengen maen game oug,.? Rengeknya
“Nii, lagi facebook-an.” Ku lihatkan layarnya
“Ntar klo udah slesai facebookan, aku pinjem ya. Trus ntar sore aku pinjem laptopmu ya,klo ntar sore baterainya udah penuh kan? Aku minjem jam empat ya mbk? Ya?ya?ya?” celotehnya
“”iyyyyyaaaa,.” Kucubit pipinya yang bikin gemes itu. Bulet kayak bakpow, lah kok makanan. Heii nafsu pergi kau, jangan goda akuuu,..
“mie-nya udah enggak panas kok, mau makan mie dulu ah.” Bangkit trus makan di lantai kamarku.
“lah kok makan disitu dek,..?? jangan makan disini.”
Akhirnya dia keluar juga, hehehe
“Dedek kok makan di luar.,? jangan makan di luar,enggak boleh.” Kata ayahku
ku buka tirai yang nempel di jendela.
Wiinggg,.. bener sii dia kluar dari kamarku, eee skarang mlah ganti makan di tempat kesukaannya, di teras rumah. Enggak tau kenapa tu anak suka bangeed makan di situ, skalian liatin orang lewat kali ya. Sampe-sampe di bulan ramadhan pun masih ajja makan di situ.
“heh,,.!! Enggak boleh makan diteras” kataku
Tapi tetep ajj dia gak bergemih. Sibuk bermain sama mie-nya.Hiuhhhh, ya sudahlah capek saiia.
    

I love Allah

Ketika harapan tlah hilang dan mimpi
tlah padam
Lelah mulai menyerang
Merombak sendi tubuhku
Membwatku lemas dan terlunglai
                                                                        Tapi,dalam agungnya Al-Qur’an
                                                                        Allah mengajariku tentang kehidupan
                                                                        Tuk tetap bertahan dalam setiap cobaan
                                                                        Karna hidup penuh perjuangan dan pengorbanan
Ketika semua orang menjauh
Tenggelam dalam kesibukan
Meninggalkanku sendirian
Di tengah bayang-bayang kegelapan
                                                                        Allah mengirimkan malaikat-Nya
                                                                        Yang slalu setia kepadaku
                                                                        Menemani di setiap langkahku
                                                                        Hingga ajal menjemputku
Ketika ku berbicara
Dan tak seorangpun mendengarnya
Hingga membuatku bertanya
Sekecil apakah suaraku?
                                                                        Tapi dalam heningnya malam
                                                                        Dalam setiap do’a yang terucap
                                                                        Ku yakin, sekecil apapun itu
                                                                        Allah slalu setia tuk mendengarkan
Ya Allah,..
Di saat semua kebahagianku pergi
Hanya Engkaulah satu-satunya yang kumiliki
Ku tak ingin menjauh dari-Mu
Hingga akhir hayatku

Kamis, 26 Juli 2012

Di Balik Persahabatan 2 Insan

Kududuk termangu di sini, memandang sekolahku yang terhampar luas. Hijau rumput menyelimuti tanah merah sang bumi pertiwi. Bunga-bunga merekah memamerkan mahkota bunga dengan bangga. Udara sejuk yang menyentuh kulit membuat suasana begitu hidup dan segar.
Seperti biasa, anak-anak berseragam putih biru membanjiri tempat ini. Yach, tempat dimana kita menuntut ilmu. SMA Jaya Kusuma. Jauh dari sini ku dapati jo berjalan entah kemana. Diam-diam kulirik dirinya. Ada perasaan lembut membelai hatiku. Tak bisa ku jelaskan dengan kata-kata, ku tak mengerti.
Dalam hati pun aku bertanya-tanya, apakah kamu diam-diam juga melirikku? Memperhatikanku?? Memandangku dengan malu-malu?? Tapi kau tak mau mengakuinya dan menututupi smuanya serapi mungkin.?? Sama halnya denganku??
“jo,kok pakai jaket terus ya?”
“Iya, kok enggak di lepas-lepas.”
“Gak dimarahin apa?”
“entahlah”
Perbincangan teman-temanku masuk ke dalam telingaku, melewati lorong-lorong dan sampai ke otak. Mungkin mereka tak sadar, kalau dalam diamku ku juga menguping pembicaraan mereka, atau mereka tak peduli karna hal yang di omongkan juga bukan sesuatu yang rahasia, general ajj lah,. sesuai dengan kelihatannya.
Iya ya, kenapa aku baru nyadar? Gumamku. Dengan segera otakku mulai melakukan suatu diagnosa masalah. Dimana menyusun formula-formula bukti yang merujuk, dan menggabungkan setiap elemen-elemen kemungkinan. Dan aku menduga,... Johan sakit??. Kalau kita analisa, Selama di arena sekolah kan tidak boleh menggunakan jaket, kecuali sakit. Dan itu pun harus ada surat keterangan dari dokter. Sementara Johan,... “ah” desahku.
Pemandangan alam yang di suguhkan di depanku tak lagi indah. Hatiku bergetar dan merasakan suatu kebimbangan, fikiranku mulai melayang-layang tak terkendali. Perasaanku tak enak. Aaakuu.. aku mengkhawatirkanmu Jo..
**********
Tak ada yang ku kerjakan di sini, kulalui detik-demi detik di depan layar monitor. Entah kapan hasil ujian diumumkan, kita hanya menunggu-menunggu dan menunggu. Diiringi berdoa dengan harapan tinggi.
Ponselku bergetar, kulihat dan ku temukan sebuah pesan singkat dari Jo.
Sya, jangan lupa bernafas, makan dan temenin aku makan yuukkkk. Perutku uda nyanyi nich. Dan aku maunya di temenin ama sahabat aku Marsya. Marsya, my best friend. Mau ya?? Mau ya?? Mau ya?? Ku tunggu di kantin.Okey
Ku lirik jam mungil yang melingkar di tanganku. Tak terasa uda berjam-jam aku pacaran ama laptopku. “y”. Ku send ke nomor jo. Satu huruf. Ya satu huruf yang berarti persetujuan. Segera ku bereskan semuanya dan segera menyusul jo.
********
Kehadiranku di sambut hangat olehnya. Senyuman manis mengembang di wajah cowok kelahiran 7 agustus. Di tariknya sebuah kursi “ Silahkan,..”
Makanan yang kami pesan pun akhirnya menghampiri kami. Ya, dua mangkuk mie ayam dan 2 gelas jus melon. Aku memang paling nge-fans ama mie ayam. Entahlah, aku juga nggak ngerti. Takdir kalii yak. Anehnya, sampai detik ini aku masih blum menyentuh makananku. Fikiranku berlaju tak beraturan, berputar atau saling berbenturan.
“Sya, kok gak dimakan?”
“Eh,.. iya,. Emm itu lo jo. Aku lagi nge-fans ama sumpit.” Jawabku asal-asalan
“Ohhh sumpit,. Ini” di sodorkannya sepasang sumpit
“bukan tu,.. masalahnya aku blum lincah.”
“Marsya, gini dech.” Jo menggeser kursinya jauh lebih dekat denganku.
Di pegangnya jari-jemariku, dengan hati-hati dan pelan dan akhirnya sumpit itu berhasil menggulung mie. Dan siap diluncurkan ke... oh tidak mulut dia, ini kan mie ku. Gak rela,.. kutarik tanganku. Gelak tawa pun terpecahkan di antara raut kecewa sebel di muka jo, yang gagal mendapatkan mie ku.
“Gua gak akan tertipu,..!! hahaha” ledekku.
Alhasil kita saling dorong-dorongan berjuang memperebutkan mie tu diiringi gelak tawa canda. Memang suatu hal yang bodoh dan kekanak-kanakan. Itulah salah satu kegilaan yang di lakukan sepasang sahabat remaja. Hingga akhirnya
Tes, setetes darah jatuh di punggung tanganku. “darah?” bekikku. Kutatap wajah oval johan yang memucat. Aku baru teringat sesuatu, ku raih tissue di meja kantin. Ku usap darah yang mengalir dari hidung mancungnya sementara dia hanya diam terpaku.
“Jo, loe sakit pa?”
“Sya, gua sakit hati”
“Liver?” tanyaku.
“Dan hati ini akan sembuh jika menemukan pasangannya. Sya, maukah kamu menyatukan hatimu dan hatiku?”
Aku terbelalak, terkejut sesaat. belum sempat aku berkata apa-apa, tiba-tiba dia memegang erat tanganku dan melanjutkan kata-katanya.
“Ku rasa hanya hatimu yang akan mampu menemani hatiku,menguatkannya, dan mengobatainya, karna hatimu begitu tulus dan lembut.”
Ku tersenyum malu dan ku anggukkan kepala “ya, gua mau jadi pacar loe.” Jawabku pelan.

Kanker Otak


 Akhir-akhir ini, entah kenapa aku males megang HP.ku . Baru ku liat layarnya ajj sudah membuat kepalaku muter-muter. Tak heran jika aku haya membalas sms temenku dengan 2 buah kata, 1 huruf, atau bahkan tak cuekin gitu ajj. Padahal biasanya, aku seneng senam jari berjam-jam bersama ponsel. Entah maen FB atau sms.an ama temen-temen.
Mungkin karena moodku lagi down, atau tak ada temen yang asyik, atau bahkan karena aku sudah bosen dengan barang yang bernama ponsel. Sebuah barang yang sudah tak asing, dan sudah menyebar ke seluruh pelosok dunia. Paling juga gitu-gitu doang, mau yang merek terkenal sekalipun, bagiku sama saja. Aku sudah tak tertarik seperti dulu.
Nah, baru ajj kemarin aku nonton headline news (tumben ini). Dan ku berjumpa dengan sebuah berita yang ada sangkut pautnya dengan ponsel. Badan WHO menyatakan bahwa penggunaan ponsel terus menerus dapat mengakibatkan kanker otak. Hah?? Bahkan orang yang sering menggunakan ponsel setiap jam menit detik , selama 10 tahun mempunyai peluang 2x untuk mendapatkan penyakit kanker otak. Hal ini di sebabkan oleh radiasi yang di pancarkan ponsel
Sebuah berita yg cukup mengagetkanku. Yah aku juga gak tau kenapa aku menulis ini dan mempublishkannya, ya Cuma sekedar pengen berbagi informasi.

Secarik kertasa


Kutemukan secarik kertas, terselip dibawah lemariku. Apa ini? Bentuknya tak mirip sebuah surat yang dibungkus anglop lucu , tapi lebih mirip sampah yang di buang karna tak berharga. Kulihat kiri dan kananku, tampak semua orang sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Perlahan ku buka kertas itu.
  • Menjalani sesuatu itu mudah karena kita telah terbiasa. Yang susah adalah untuk memulainya.
  • Gue sekolah dari TK SMP kaya ga dapet apa-apa. Gue masih ngrasa jd orng bego. Tapi di sekolah gue yang sekarang gue baru bisa ngrasain hikmah ilmu yang udah gue pelajarin disekolah 
  • Gaptek bwat sementara waktu tu gpp. Karena teknologi gampang bangeed bwat dipelajari.tapi klo ilmu agama dan pengetahuan.kapan lagi klo gk skarang??? 
  • Orang-orang diluar sana belum tentu bisa kayak gue,belum tentu punya jalan pikiran kayak gue dan belum tentu sanggup menderita demi ilmu kayak gue 
  • Baru disini gue ngerti betapa pentingnya peran seorang temen bwat gue 
  •  Beribu-ribu orang lari-lari disatu tempat gara-gara 1 orang. Cuma disini gue bisa nemuin itu @gontor putri 1 <3 you
  •  Time is money.yeach! I can feel that now
  • HP ,I-pad, computer laptop, PSP, ect. Mereka bener-bener berharga ketika gue jauh dari mereka
  • Antri itu indah
  • Hadapi apa saja yang ada dihadapanmu dan percayalah. Tuhan pasti punya sesuatu untuk kita
  • Semua akan terasa berharga ketika kita jauh dari semua itu (my parents)
  •  I miss you all (titik) 
  • Dream never be end and dreamer have to be next on yeah! # aina safira-bnywngi 
Hah?? Aina Safira ini kan temen sekamarku. Gua knal ama dia. Subhanallah dia skarang uda ngerti n dewasa. Smoga kau selalu dalam naungan Sang Maha Pencipta. Amin. Kata-kata tu mampu menggetarkan hatiku dan semoga mampu sbgai penguat kita saat qt tergoyah oleh dunia luar. Tapi yg masih aku bingungi. Aina Safira tu dari Malang. Knapa tu bnywgi????
document : http://magazineticker.blogspot.com/2012/07/cara-mudah-membuat-burung-elang.html#ixzz237GAij00